Tiga jenazah korban jatuhnya pesawat di Kawasan BSD, Tangerang Selatan, tengah dilaksanakan identifikasi di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tiga korban diketahui atas nama Suwanda (55), Farid Ahmad (34) dan Pulu Darmawan (39).

Dikala itu, ia datang dari Bandung, Jawa Barat, bersama dengan adik korban. Keduanya ketika itu terlihat mengenakan pakaian serba berwarna hitam.

Mereka terlihat seketika menuju ke https://lelennyface.com/ ruangan atau Rumah Kesedihan A RS Polri, sambil diantar oleh sejumlah orang yang diduga kerabat atau teman dari korban.

Dikala itu, istri korban terlihat masih menangis ketika berada di dalam ruangan sejak menuju atau berjalan ke dalam Rumah Kesedihan A.

Dikala ini, istri ataupun adik korban masih berada di Rumah Kesedihan A, sambil diantar oleh sejumlah orang.

Kecuali itu, berhubungan dengan jenazah korban yang bekerja sebagai engineer ini apakah akan dibawa malam ini ke Bandung, Jawa Barat, belum diketahui secara pasti.

Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sudah mendapatkan jenazah korban pesawat jatuh di Kawasan BSD, Tangerang Selatan. Kejadian yang menelan tiga orang korban jiwa ini terjadi pada Pekan (19/5/2024) sekira pukul 15.30 WIB.

Progres Identifikasi
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Hariyanto mengatakan, ketika ini segala jenazah jatuhnya pesawat sedang dalam proses identifikasi.

“Sudah diawali (proses identifikasi) jadi untuk pemeriksaan luar saja. Sambil menunggu persetujuan keluarga apakah akan dilaksanakan autopsi atau pemeriksaan dalam, itu koordinasi dari pada penyidik terhadap keluarga ini yang kami tunggu,” kata Hariyanto terhadap wartawan di RS Polri, Jakarta, Pekan (19/5).

Nantinya hasil autopsi yang sudah disetujui oleh pihak keluarga dijelaskannya dapat digunakan sebagai tambahan data untuk mengetahui penyebab pastinya jatuhnya pesawat.

“Karena autopsi itu sebab kematian. Karena apa mungkin banyak sekali opsi-opsinya yang perlu pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan yang lain sehingga agak lama,” jelasnya.

Kasih Keterangan
Kecuali itu, sebagian orang dari Indonesia Flying Club atau perkumpulan pilot Indonesia tersebut sudah mendatangi pos Ante Mortem.

Kedatangannya itu untuk memberikan keterangan seperti ciri-ciri korban ataupun pakaian yang dikenakan korban sebelum meninggal.

“Untuk Ante Mortemnya identitas sudah kita terima, namun untuk post mortemnya nanti kita baru akan kita laksanakan untuk apakah jadi otopsi atau cuma identifikasi dan pemeriksaan luar saja,” ujarnya.

Deixe um comentário

O seu endereço de e-mail não será publicado. Campos obrigatórios são marcados com *